Minggu, 09 November 2014

THE RAKE



Kali ini adalah cerita salah satu Urban Legend, The Rake. Makhluk ini merupakan sejenis manusia, dengan kuku tajam, kurus, dan kulitnya berwarna abu-abu. Diceritakan, makhluk ini menghantui korbannya dengan cara duduk di ujung spring bed korbannya pada tengah malam dan menunggu korbannya bangun.
--------------------------------------------------------------
Musim panas tahun 2003, kejadian aneh terjadi di Amerika bagian timur laut, makhluk seperti manusia menarik perhatian media lokal sebelum pemadaman listrik di adakan. Begitu sedikit sekali informasi yang tersisa, beberapa akun online ataupun yang tertulis mengenai makhluk itu hilang atau di hapus.

Terutama terfokus pada pedesaan di New York dan juga terdengar di Idaho, saksi menyatakan diri untuk menceritakan tentang kesaksian mereka dengan makhluk yang tak diketahui tersebut. Emosi yang muncul dari trauma level ketakutan dan tak merasa nyaman, hingga perasaan ingin tahu. Meskipun cerita mereka tak terekam atau tertulis, tetapi ingatan mengenai hal itu tak dapat dilupakan. Beberapa orang yang terlibat mulai mencari jawaban mengenai makhluk itu pada tahun itu.

Pada awal tahun 2006, mereka mendapatkan sekitar dua lusin dokumen dengan tanggal kejadian antara abad ke 12 hingga sekarang, mencangkup 4 benua. Pada setiap kasus, ceritanya hampir mirip. Aku sudah menghubungi member dari anggota ini
dan bisa mendapatkan beberapa kutipan dari buku mereka.


A Suicide Note : 1964
Sesaat aku menyiapkan diri untuk mengambil nyawaku. Aku merasa perlu untuk meredakan rasa bersalah atau sakit yang kulakukan dalam aksi ini. Ini bukan kesalahan siapapun selain dia. Pertama kalinya aku terbangun dan merasakan keberadaannya. Dan saat aku terbangun, aku melihat sosoknya. Kemudian lagi, aku terbangun dan mendengar suaranya, dan melihat matanya. Aku tak bisa tidur, merasa ketakutan tentang apa yang mungkin terjadi saat aku terbangun selanjutnya. Aku tak bisa bangun lagi. Selamat tinggal.

Ditemukan dalam kotak kayu yang sama terdapat 2 buah amplop kosong yang dikirimkan untuk William dan Rose, dan satu surat pribadi tanpa amplop:
Sayangku Linnie,
Aku berdoa untukmu. Dia mengucapkan namamu.

A Journal Entry (translate dari bahasa Spanyol) : 1880
Aku telah mengalami terror yang sangat buruk. Aku telah mengalami terror yang sangat buruk. Aku telah mengalami terror yang sangat buruk. Aku melihat matanya ketika aku menutup mataku. Matanya kosong. Hitam pekat. Melihatku dan serasa menusukku. Tangannya yang basah dengan darah. Aku tak akan tidur. Suaranya.. (tulisan yang tak dapat dipahami)

A Mariners Log : 1691

â??Dia datang dalam tidurku. Dari kaku tempat tidurku aku merasakan sensasi. Dia mengambil segalanya. Kita harus kembali ke Inggris. Kita tak seharusnya kesini lagi atas permintaan The Rake.

Dari Seorang Saksi : 2006
Tiga tahun lalu, aku baru saja kembali liburan dari Air Terjun Niagara dengan keluargaku pada tanggal 4 Juli. Kami sangat kelelahan setelah hari yang panjang dalam perjalanan. Jadi aku dan Suamiku menggendong anak-anak ke tempat tidur dan segera beristirahat.

Sekitar pukul 4, aku terbangun dan berpikir bahwa suamiku pergi ke toilet. Aku mengambil kesempatan ini dengan mengambil kembali selimut, dan ternyata aku membangunkan dia yang tertidur di sampingku. Aku minta maaf padanya dan mengatakan padanya bahwa kupikir dia pergi ke toilet. Kemudian ia beralih menghadap padaku dan menekuk kakinya
dengan cepat dari samping tempat tidur kearahku hingga aku hampir terjatuh dari tempat tidur. Dia kemudiam memelukku dan tak berkata apapun.

Setelah menyesuaikan diri dengan kegelapan, aku dapat melihat apa yang menyebabkan reaksi kaki suamiku. Pada kaki ranjang, sesuatu duduk dan melihat kami, nampak makhluk telanjang, atau mungkin anjing tanpa bulu yang besar. Posisi tubuhnya sangat mengganggu dan tidak natural. Seperti layaknya tertubruk sebuah mobil atau semacamnya. Pada poin ini aku merasa kalau kami seharusnya menolong dia.

Suamiku memperhatikan tangan dan kakinya, tertekuk dengan posisi aneh, sesekali suamiku melirikku dan kemudian melihat makhluk itu lagi.

Dalam situasi kebingungan, makhluk itu merangkak memutari sisi tempat tidur, dan kemudian dengan cepat meloncat diatas
suamiku. Makhluk itu diam selama sekitar 30 menit (atau mungkin 5 menit, karena sepertinya hanya sebentar) dan hanya melihat suamiku. Makhluk itu kemudian menaruh tangannya pada lutut suamiku dan kemudian berlari keluar kamar, menuju kamar anak-anak. Aku menjerit dan berlari menyalakan lampu, berharap menghentikan dia sebelum menyakiti anak-anak. Ketika aku berada di lorong, cahaya dari kamar kami cukup untuk melihatnya berjongkok dan membungkuk sekitar 10 meter. Dia berbalik dan melihat langsung kearahku, berlumuran darah. Aku menekan saklar yang ada di tembok untuk menyalakan lampu dan melihat putriku Clara.

Makhluk itu berlari menuruni tangga sementara aku dan suamiku berlari untuk menolong putri kami. Ia terluka sangat parah dan berkata hanya sekali dalam hidupnya yang singkat. Dia bilang Dia adalah The Rake.
Suamiku menyetir mobilnya melewati danau malam itu, mengantar secepatnya putri kami ke rumah sakit. Tetapi, putriku tak selamat.

Karena kota kecil, berita tersebar dengan cepat. Polisi sangat membantu saat itu, dan koran lokal pun tertarik. Meski begitu, kisah kami tak pernah dicetak ataupun di tayangkan di televisi.

Dalam beberapa bulan, putraku Justin dan aku tinggal di hotel dekat rumah orang tuaku. Setelah memutuskan untuk pulang kerumah, aku mulai mencari jawaban sendiri. Aku tak sengaja menemukan seseorang di kota sebelah dengan cerita yang sama. Kami saling kontak dan mulai membicarakan tentang pengalaman kami. Dia tahu tentang dua orang lainnya di New York yang juga telah melihat makhluk yang kita sebut The Rake.

Akhirnya membuat empat dari kami menghabiskan dua tahun yang berat dalam mencari informasi di internet dan surat tertulis yang kemudian kami percaya sebagai cerita The Rake. Tak ada satupun yang menjelaskan secara detail, sejarahnya maupun kelanjutannya. Satu jurnal yang memiliki entri mengenai makhluk itu pada tiga halaman pertama, dan tak menyebutnya lagi. Catatan Kapal tak menjelaskan apapun, tertulis hanya mereka harus meninggalkan The Rake. Itu adalah entri terakhir dalam catatan.

Terdapat banyak cerita dimana makhluk itu muncul pada beberapa seri cerita pada orang yang sama. Beberapa orang juga disebutkan, putriku juga disebutkan. Ini membuat kami berpikir bahwa The Rake sudah menemui kami semua sebelum terakhir kali makhluk itu muncul.

Aku memasang perekam di dekat tempat tidurku dan membiarkan merekam semalaman, setiap malam, dalam waktu 2 minggu. Dengan bosan aku melihat suaraku berguling di tempat tidur setiap hari. Pada akhir minggu ke dua, aku sudah terbiasa mendengar suara sesekali saat tertidur dan mendengar rekaman dengan kecepatan 8x dari kecepatan normal (ini masih terjadi hampir setiap satu jam setiap hari).

Pada hari pertama di minggu ke tiga, kupikir aku mendengar sesuatu yang lain. Yang aku dengar adalah suara melengking. Itu adalah The Rake. Aku tak bisa mendengarnya cukup lama untuk dapat memulai mengartikannya. Aku belum memperlihatkannya pada seseorang. Yang kutahu aku pernah mendengarnya sebelumnya, dan aku percaya bahwa ia bicara sesuatu ketika berada di depan suamiku. Aku tak dapat mengingat mendengar sesuatu saat itu, tetapi rekaman suara itu membuatku kembali pada saat itu.

Berpikir bahwa aku kehilangan putriku membuatku sangat sedih.

Aku sudah tak pernah melihat The Rake sejak dia merusak hidupku, tetapi aku tahu dia ada di kamar sementara aku tidur. Aku tahu dan takut jika suatu malam aku terbangun melihat dia sedang melihatku.

(Tambahan)
Ini adalah pengalamanku sendiri: Lihat gambar pada google, cari dengan kata The Rake dan lihat gambar makhluk seperti manusia dan sebuah foto dari berita dengan kata BERWICK pada bawah layar. Suatu pagi, aku terbangun sangat pagi untuk pergi ke sekolah. Aku tinggal di kota yang agak jauh dari perhentian Bus karena aku suka sekolah di kota lain. Anyways, saat itu gelap, dan ayahku sedang menyetir mobil melalui Highway 90 dan kami bergumam melihat tujuh mobil polisi lokal dan empat truk militer yang diisi oleh marinir, dimana kami dapat melihat mereka menuruni truk dan berlari menuju hutan. Disana juga nampak sebuah lampu sorot portabel yang besar menerangi hutan, sepertinya mereka mencoba untuk mencari sesuatu. Setiap mariner dilengkapi yang nampak sepertinya Assault Rifle dan sepertinya mereka terburu- buru. Polisi menghentikan kami, bertanya tentang apa urusan kami di area ini, dan berkata untuk segera pergi dari sini. Kami melakukan apa yang polisi itu katakan, dan beberapa hari kemudian, â??Monster of Berwickâ?? muncul di berita. Tampaknya berita tentang Pemadaman listrik dalam sehari telah diadakan. Tak ada yang tahu dimana keberadaan The Rake, dan aku yakin aku tak mau tahu. Beberapa orang percaya bahwa The Rake dan Slenderman, ataupun Der Gromann itu berhubungan.

Kamis, 02 Oktober 2014

THE RUSSIAN SLEEP EXPERIMENT


Di akhir tahun 1940an, Para Peneliti Rusia menguji cobakan sebanyak lima orang manusia untuk terus terjaga selama 15 hari berturut turut dengan menggunakan gas eksperimen yang
berbahan dasar unsur stimulant(perangsang).
Mereka dikurung di sebuah ruangan tersegel guna mengontrol secara seksama tingkat kadar oksigen dalam ruangan sehingga para subjek tidak terbunuh oleh gas tersebut, yang mana mengandung racun dengan konsentrasi tinggi. Belum lagi karena tidak terpasang kamera sirkuit dalam ruangan, sehingga yang mereka punya hanyalah mikrofon dan lubang seukuran jendela kecil menghadap ke ruangan dengan kaca setebal 5 inci
untuk mengamati para subyek
eksperimen. Ruangan tersebut
dilengkapi bermacam macam buku,
dipan untuk tidur tanpa kasur, aliran air dan toilet, serta makanan awet yang cukup untuk mereka ber-lima selama sebulan lebih.

Subjek uji coba sendiri adalah para
tahanan politikus yang dianggap
sebagai musuh-musuh negara ketika perang dunia ke II berlangsung.

Pada 5 hari pertama keadaan masih tampak baik, mereka hampir tidak meragukan tentang kesepakatan (hanya akal-akalan pihak Rusia) yang dijanjikan bahwa jika mereka dapat melalui test tersebut dan tidak tidur selama 30 hari berturut turut maka mereka akan dibebaskan. Setiap perbincangan dan aktivitas mereka terus di awasi dan tampak bahwa
terjadi peningkatan akan pembahasan mengenai kecelakaan traumatis yang pernah mereka alami di masa lalu, pada hari ke 4, topik percakapan mereka mulai memasuki tahap yang lebih kelam.

Setelah lima hari berlalu, mereka
mengeluhkan berbagai keadaan serta kejadian yang menyebabkan mereka bisa sampai berada di ruangan itu dan mulai menampakkan gejala paranoid akut. Mereka berhenti bicara antara satu sama lain serta menjadi sering bergumam ke mikrofon juga ke lubang
portal kaca satu arah. Anehnya
mereka seakan akan berpikir bahwa mereka dapat memenangkan kepercayaan dari para peneliti dengan saling mengadukan kawan mereka,
yaitu subjek lainnya yang juga
terkurung bersama mereka. Pada
awalnya, para peneliti mengira hal itu disebabkan oleh pengaruh dari gas...

Setelah sembilan hari, subjek yang
pertama dari mereka mulai berteriak-teriak. Dan sambil menjerit sekeras kerasnya dia berlari bolak balik ke sepenjuru ruangan selama 3 jam tanpa
henti, dia terus akan berteriak seperti itu namun suaranya tampak sudah habis sehingga
berubah jadi cegukan aneh. Peneliti
menyimpulkan bahwa mungkin subjek tersebut memang sengaja bermaksud merusak pita suaranya sendiri. Hal paling mengejutkan adalah reaksi dari para tahanan lain yang sama sekali tak menggubris perilaku dari satu
subjek tersebut. Mereka hanya terus bergumam ke mikrofon hingga tahanan kedua gantian yang mulai berteriak. Dua tahanan lain yang tidak berteriak sibuk mencabik cabik lembaran kertas buku, mencoreti halaman demi halaman menggunakan kotoran mereka sendiri kemudian
menempelkannya ke lubang kaca
pengamatan di pintu dengan
santainya. Sementara itu, suara
teriakan secara berangsur angsur
berhenti. Begitu juga dengan gumaman pada mikrofon.

Tiga hari setelahnya pun berlalu.
Selama berjam-jam peneliti mencoba memeriksa mikrofon untuk memastikan apakah alat itu masih berfungsi, karena mereka berpikir bahwa mustahil jika tak terdengar suara apapun dari ruang uji coba padahal terdapat 5 orang di dalam sana. Konsumsi oksigen dalam ruangan mengindikasikan bahwa mereka ber-lima masihlah hidup. Malahan, kadar oksigen yang di hirup oleh ke-5 orang itu begitu banyak seolah tubuh mereka sedang melakukan kegiatan yang amat melelahkan.

Pada suatu pagi di hari ke-14, peneliti melakukan hal yang
sebelumnya mereka katakan tak akan pernah melakukannya, ini dilakukan demi mendapatkan respon dari para tahanan, mereka menggunakan intercom di dalam ruangan, berharap dapat memancing respon dari tahanan
yang mereka khawatirkan telah mati atau koma.

Peneliti mengumumkan melalui
interkom :
"Kami akan membuka pintu untuk
memeriksa mikrofonnya, menjauhlah dan tiarap di lantai atau kami tembak.
Jika mau patuh kami akan segera
membebaskan salah satu dari kalian."

Hal yang mengejutkan terjadi, para
tahanan menjawab tenang dengan
satu kalimat yang sama dan secara
serempak,

"Kami tak lagi ingin dibebaskan."

Perpecahan diantara para peneliti dengan angkatan militer yang membiayai uji coba tersebut pun
dimulai. Dan lagi karena mereka tak
dapat memancing respon dari para
tahanan melalui interkom maka akhirnya diputuskan untuk membuka ruangan uji coba pada tengah malam di hari ke lima belas.

Ruangan yang dipenuhi gas stimulant mulai terpompa oleh udara bersih dan segera saja suara-suara dari mikrofon pun terdengar. 3 suara dari subjek- subjek berbeda mulai mengiba,
seperti suara seseorang yang
memohon akan keselamatan orang
yang dia cintai, memelas supaya
gasnya di hidupkan kembali.
Ruanganpun dibersihkan dan beberapa prajurit masuk untuk mengamankan para tahanan uji coba. Mereka mulai menjerit dengan lebih kencang dari yang pernah terdengar, begitu juga
dengan para prajurit yang memasuki ruangan ketika mendapati keadaan di dalam ruangan tersebut. Empat dari
lima tahanan masih bernyawa,
meskipun begitu tak seorangpun dari mereka yang tampak benar benar 'hidup'.

Persediaan makanan dari 5 hari yang lalu hampir tak tersentuh sama sekali. Cabikan daging dari betis dan dada seorang subjek uji coba yang telah mati tersumpal memenuhi saluran drainase yang terdapat di tengah ruangan, menyumbat saluran tersebut hingga mengakibatkan genangan air kemerahan setinggi 4 inci dari lantai. Tidak dapat di pastikan sebanyak apakah darah yang tercampur dalam genangan air tersebut.

Semua 4 subjek lain yang masih 'bertahan hidup', juga memiliki luka luka menganga pada otot dan kulit mereka yang tercabik cabik dari anggota tubuh. Kerusakan
daging serta kuku pada jari jari para subjek menjelaskan bahwa luka-luka menganga itu disebabkan oleh tangan hampa, dan bukan berasal dari gigitan
seperti dugaan awal para peneliti. Dan setelah mengamati lebih seksama, berdasarkan posisi serta sudut dari luka luka tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hampir atau malah semua subjek uji coba sendirilah yang sengaja melukai tubuh mereka sendiri.

Organ organ perut di bawah tulang iga dari 4 orang subjek tes telah bergeser. Jantung, paru paru, dan diafragma masih tetap di tempat yang benar, sedangkan kulit dan sebagian besar jaringan otot yang melapisi permukaan tulang rusuk telah habis tercabik, sehingga paru paru mereka
dapat terlihat melalui sela sela tulang pada rusuknya. Semua pembuluh darah dan organ organ yang masih berbentuk utuh yang telah ditarik keluar bertebaran di lantai, berserakan disekitar tubuh koyak para tahanan tetapi mereka masih dalam kondisi hidup. Sistem pencernaan mereka tampak masih berfungsi, dan sedang mencerna makanan. Segera saja dapat terlihat bahwa mereka mencerna
daging mereka sendiri yang telah
mereka cabik dari tubuh kemudian
memakannya selama beberapa hari
belakangan ini.

Sebagian besar dari para prajurit
adalah pasukan khusus rusia yang
bertugas menjaga fasilitas uji coba
tersebut, meski begitu banyak dari
mereka menolak kembali memasuki ruang tahanan guna memindahkan para subjek tes. Merekaterus saja menjerit jerit supaya dibiarkan untuk tetap tinggal di ruangan itu serta menuntut lalu memelas agar gasnya kembali dihidupkan, atau jika tidak mereka akan tertidur...

Semua orang sungguh tak menyangka akan perlawanan sengit yang di lakukan para subjek tes ketika proses pemindahan berlangsung. Salah satu dari prajurit rusia bahkan tewas setelah mengalami cabikan lebar di leher, sedangkan satunya lagi terluka
serius akibat tergigit oleh seorang
subjek di arteri kakinya. Total 5 orang prajurit telah kehilangan nyawa mereka termasuk satu orang prajurit yang bunuh diri
beberapa minggu setelah peristiwa itu.

Dalam perlawanan ke empat subjek, salah satu dari mereka mengalami kerusakan limpa hingga
mengakibatkan pendarahan hebat.
Para peneliti medis berusaha
membiusnya namun usaha mereka
tampak sia-sia. Subjek pria ini di
suntik dengan morphine derivative
sebanyak 10 kalinya dosis untuk
manusia biasa tetapi masih saja
memberontak seperti binatang yang sedang terpojok, dia mematahkan tulang iga dan lengan
seorang dokter. Sejak mengalami
pendarahan, jantungnya terus
berdetak kencang selama 2 menit
penuh hingga pada kondisi dimana
terdapat lebih banyak udara daripada aliran darah dalam sistem
pembuluhnya. Walau akhirnya detak jantungnya berhenti dia masih terus meraung raung dan belingsatan sepanjang 3 menit setelahnya, meronta lalu menerkam siapapun yang
mendekati sambil meneriakan kata
"lagi" terus menerus, sampai semakin lemah dan melemah, hingga dia pun tumbang.

Ketiga subjek tes selamat yang tersisa dengan susah payah dapat diamankan serta dipindahkan ke fasilitas medis, dua subjek dengan pita suara masih berfungsi terus saja memohon dapat menghirup gas juga menuntut supaya terus dijaga agar tetap terbangun...

Seorang dari ketiga subjek yang
menderita luka paling parah dibawa ke satu satunya ruang operasi bedah dalam fasilitas tersebut. Selama proses persiapan pembedahan guna menempatkan kembali organ organ vital ke tubuh subjek berlangsung, diketahui bahwa subjek ini ternyata benar benar kebal sedative (bius) yang di berikan saat pelangsungan pembedahan. Lelaki ini dengan membabi buta mencoba melepaskan diri dari sabuk pengaman sembari obat bius di hirupkan ke mulutnya agar dia segera pingsan. Dia bahkan hampir berhasil merobek ikatan sabuk kulit setebal 4 inci yang memancang salah satu pergelangan tangannya meski seorang prajurit berbobot 200 pound juga berjibaku menahannya. Butuh sedikit lebih
banyak obat pembius dari jumlah
normal untuk membuatnya tak
sadarkan diri, dan dalam sekejap kelopak matanya mengerjap ngerjap lalu menutup,
jantungnyapun akhirnya juga berhenti berdegup. Setelah
melakukan autopsi terhadap subjek
yang tewas di meja operasi tersebut, diketahui bahwa terdapat kadar oksigen 3 kali lebih banyak dari level normal dalam darahnya. Otot-otot yang masih menempel pada tulang telah rusak parah, dia juga mematahkan 9 tulangnya saat
memberontak dari usaha penenangan. Kebanyakan disebabkan oleh paksaan dari sistem ototnya sendiri yang sudah
tak beraturan.

Subjek selamat yang kedua adalah tahanan yang sebelumnya saat masih berada di ruangan uji coba pertama kali menjerit jerit dari kelima subjek lainnya. Pita
suaranya sudah hancur sehingga ia tak mampu lagi memohon untuk menolak pembedahan, dan ia hanya bisa menggeleng gelengkan kepala dengan garang guna menunjukan keengganan saat masker bius di dekatkan padanya.
Namun ia mengangguk setuju ketika seorang petugas menawari, walaupun dengan agak ragu, untuk mencoba melasanakan pembedahan tanpa memakai obat bius, meski begitu selama 6 jam mereka melakukan prosedur pembedahan guna menempatkan
kembali organ organ perutnya di
tempat yang benar serta menutupinya lagi dengan lapisan kulit yang tersisa, subjek ini sama sekali tidak bereaksi.
Pemimpin kegiatan pembedahan
tersebut secara berulang ulang
menyatakan secara ilmu medis bahwa masih memungkinkan bagi pasien untuk bisa bertahan hidup. Salah satu asisten perawat pembantu proses operasi yang ketakutan mengaku kalau ia melihat bibir si pasien tersenyum
padanya setiap kali mereka berdua
bertemu pandang.

Ketika pembedahan telah usai, subjek ini menatap si dokter bedah dan mulai meracau nyaring, berusaha berbicara sambil meronta ronta. Menduga bahwa subjek tersebut ingin menyampaikan sesuatu yang penting, dokter bedah memberinya sebuah pena serta kertas agar pasien itu dapat menuliskan maksudnya.
Dan ia menuliskan kata-kata sederhana,
"teruskan pembedahannya"

Kedua subjek uji coba tersebut
menjalani proses pembedahan yang sama, dan juga tanpa pemakaian obat bius. Namun mereka tetap harus disuntik dengan obat paralytic (obat pelumpuh sementara) guna melalui jangka waktu pembedahan. Karena para dokter
bedah mengalami kesulitan untuk
melaksanakan operasi jika si pasien
terus terusan tertawa tak terkendali. Setelah terlumpuhkan, pasien hanya bisa mengikuti pergerakan para peneliti dengan kedua matanya. Obat paralytic secara tidak normal begitu cepat kehilangan efek dalam tubuh si
pasien sehingga mereka kembali
mencoba memberontak dari ikatan. Ketika mereka mulai bisa bicara sedikit, mereka lagi lagi meminta gas stimulant. Para peneliti berusaha menanyakan mengapa mereka melukai diri sendiri, mengapa mereka mencabik cabik isi perut mereka dan mengapa mereka tetap menginginkan gas itu.


Ketiga tahanan subjek tersebut
kemudian dimasukan ke sebuah ruangan lain sembari menunggu kepastian akan apa yang selanjutnya harus dilakukan pada mereka. Sedangkan para peneliti dihadapkan pada kemurkaan "para pembiaya" kemiliteran karena dinilai telah gagal mencapai tujuan dari eksperimen tersebut juga menyebabkan kematian beberapa subjek. Sang pemimpin komando, yang adalah seorang mantan KGB (Komite Keamanan Negara) malah memiliki pandangan berbeda, dan ingin melihat bagaimana jadinya jika para subjek tersebut dimasukan lagi ke dalam ruangan penuh gas. Para peneliti dengan tegas menolak,tetapi tak dihiraukan.
Memasuki persiapan untuk kembali disegel ke dalam ruang gas, subjek-subjek tersebut di periksa dahulu dengan monitor EEG (Electroencephalograph : merupakan suatu grafik instrumen yang digunakan merekam aktifitas listrik otak) dan diikat lebih kuat selama beberapa saat. Namun semua orang dikejutkan oleh perilaku mereka yang tiba tiba berhenti memberontak dan pasrah saja saat dipasangi sabuk pengikat ketika mengetahui kalau mereka akan dikembalikan ke ruang gas. Dengan ini menjadi jelas bahwa pemberontakan membabi buta yang mereka kerahkan adalah bertujuan supaya mereka bisa tetap terjaga. Subjek yang bisa bicara terus terusan menggumam dengan suara keras, subjek satunya lagi yang tak bisa bicara dengan penuh semangat menghentak-hentakan kakinya yang terikat sabuk kulit secara berselang seling, pertama yang kiri, lalu kanan, lalu kiri lagi seolah berusaha menyibukan dirinya sendiri. Subjek sisanya mendongak berusaha menjauhkan kepalanya dari bantal sambil kelopak matanya mengerjap cepat.
Pemeriksaan EEG pertama kali yang dilakukan pada seorang subjek, mengejutkan hampir semua peneliti yang mengamati penggambaran hasil gelombang otaknya. Seringkali gelombangnya
tampak normal namun kadang terlihat garis mendatar yang tak dapat dijelaskan penyebabnya. Seolah pasien itu secara berkala mengalami kematian kinerja otak, sebelum berubah menjadi normal seperti semula. Ketika para peneliti
sibuk mempelajari gulungan kertas yang keluar dari mesin pengamat gelombang otak tersebut, seorang perawat mendapati kedua mata subjek tiba-tiba menutup tepat bersamaan dengan terhempasnya kepala subjek ke atas bantal. Segera saja gelombang otaknya menampakkan kondisi koma, kemudian berakhir dengan garis datar dan secara serentak jantungnya pun berhenti berdetak.
Satu-satunya subjek yang mampu
berbicara mulai menjerit meminta
untuk segera dimasukan ke ruang gas saat itu juga. Gelombang otaknya menunjukkan garis datar serupa dengan subjek yang mati karena tertidur barusan. Sang komandan pun memerintahkan supaya dua subjek kembali di kurung dalam ruang uji coba beserta pula 3 orang peneliti. Salah satu dari tiga peneliti yang disebutkan langsung meraih pistol dan menembak si komandan tepat di titik buta antara kedua matanya, kemudian beralih ke subjek yang tak dapat berbicara untuk juga meledakkan kepala beserta otaknya.
Terakhir, dia membidik satu-satunya subjek tersisa, yang masih terikat di tempat tidur sementara staf medis dan para peneliti lainnya lari meninggalkan ruangan.
"Aku tak sudi terkurung di sini
bersama makhluk semacam kalian!
Tidak bersamamu!" teriak si peneliti pada subjek pria yang terikat di pembaringan itu.
"KAU INI APA?" dia membentak. "Beritahu aku!"
Si subjek tersenyum.
"Apakah begitu mudahnya kau lupa?" tanya si subjek. "Kami adalah kau." "Kami adalah kegilaan yang mengintai dari dalam diri kalian semua, memohon untuk terbebas di setiap momen dari pikiran
kebinatanganmu yang terdalam." "Kami adalah sesuatu yang menyebabkan kau sembunyi di atas pembaringanmu pada setiap malam. Kami adalah sesuatu
yang kau kurung dan kau lumpuhkan dalam kesunyian saat kau mengembara ke dunia mimpi malam hari dimana kami tak dapat menggapaimu."
Peneliti itu diam membisu. Kemudian dia mengarahkan pistol ke jantung si subjek dan menarik pelatuknya.
Mesin EEG menampakkan garis datar bersamaan dengan subjek yang mulai tersedak-sedak lemah,
"hampir... begitu... bebas..."

Kamis, 25 September 2014

Creppypasta-game: Slanderman



The Slender Man ( juga dikenal sebagai Slender Man atau Slenderman ) adalah karakter fiksi yang berasal sebagai Internet Meme yang muncul pertama kali di sesuatu forum yang mengerikan oleh pengguna dengan nama Victor Surge pada tahun 2009 . Karakter fiksi ini digambarkan sebagai menyerupai pria tipis tinggi dengan wajah kosong,mempunyai tentakel dan mengenakan Baju hitam dengan dasi merah . The Slender Man umumnya dikatakan suka menculik atau melukai orang , terutama anak-anak..Setelah lengannya yang terentang , korbannya dimasukkan ke dalam sesuatu dari keadaan terhipnotis , di mana mereka tak berdaya untuk menghentikan diri dari berjalan ke mereka . The Slender Man tidak terikat pada cerita tertentu , tetapi muncul dalam banyak karya fiksi yang berbeda , sebagian besar tersusun secara online. Pada tahun 2012, Slender Man diadaptasi menjadi sebuah video game berjudul Slender : The Eight Pages , Pada Agustus 2012 , permainan telah didownload lebih dari 2 juta kali . Beberapa varian populer permainan serupa , termasuk Slenderman's Shadow dan Slender Man untuk iOS , yang menjadi kedua aplikasi unduhan paling populer .Sekuel Slender : The Eight Pages , Slender : The Arrival , dirilis pada tahun 2013  Beberapa film independen tentang Slender Man telah dirilis atau sedang dalam pengembangan , termasuk Entitydan The Slender Man , dirilis secara online dengan Gratis setelah harga sebelumnya,yaitu $ 10.000. .Pada 2013 , diumumkan bahwa Marble Hornets akan menjadi film teater .


Pada tanggal 10 Juni 2009, Victor Surge menerbitkan dua foto Hitam Putih dengan sedikit tulisan "Slender Man" sebagai mahluk misterius pengintip anak-anak.Diduga pemoto foto tersebut tewas.